Posts

Showing posts from December, 2020

Penerapan dan Implikasi Teori kritis Dalam Bidang Pendidikan

  Penerapan dan Implikasi Teori kritis Dalam Bidang Pendidikan             Konsep pendidikan nasional yang mewarisi ideologisasi maupun posistivisme pendidikan menjadikan hubungan antara pemerintah - pelaku pendidikan ataupun guru - murid begitu berjarak. Karakter pendidikan yang ideologis, kapitalis dan positivistik semacam ini yang menjadi medan yang dikritisi oleh Jürgen Habermas. Menurut pemikiran Jürgen Habermas   terhadap pendidikan yaitu, meletakkan suatu fondasi demokratis - deliberatif di dalam ruang publik sehingga setiap manusia mampu berdialog dengan rasionalitasnya yang setara. Sayangnya pendidikan di Indonesia tampaknya masih belum menjadikan manusia, pengalaman dan realitas sehari-hari sebagai dasar dari pengetahuan. Hal itu dibuktikan dengan kebijakan pendidikan yang masih menjadi “mainan” kaum elit pendidikan, yaitu mereka yang duduk di pemerintahan ataupun lembaga legislatif. Berikut wajah gelap pendidi...

Teori Kritis Generasi Kedua

  Teori Kritis Generasi Kedua ”Jurgen Habermas” v   Kritik Modernisme Mazhab Frankfurt Habermas adalah generasi kedua dari Mazhab Frankfurt, melanjutkan pemikiran kritis dari generasi pertama, yakni Adorno, Horkheimer, serta Marcuse. Generasi pertama telah menelurkan beberapa kritik atas modernisme. Kritik tersebut bila dipilah bisa dibagi menjadi enam garis besar : 1.       Paradigma objektivisme dalam sains. Ilmu apapun dipahami dalam paradigma objektif. Semua diperlakukan sebagai objek. Membaca benda mati dan manusia perlakuannya sama. Manusia diibaratkan sebagai benda pasif. Akhirnya, aktivitas yang bersifat intuitif bahkan hasrat dapat diukur secara kuantitatif. Dalam psikologi misalnya, ada teori yang membagi kedekatan manusia. Umur sekian dekat dengan orang tua, umur sekian dekat dengan teman, umur sekian dekat dengan lawan jenis, umur sekian mulai mengenal jatuh cinta. Sekarang anak SD sudah pada kenal pacaran, berbeda dengan sepuluh tah...

Teori Kritis Generasi Pertama

  Teori Kritis Generasi Pertama v   Max Horkheimer Max Horkheimer (1895-1973) adalah filsuf Jerman keturunan Yahudi. Horkheimer adalah tokoh generasi pertama dalam Mazhab Frankfurt. Ia memimpin Institute Fur Sozialforschung (Institut Penelitian Sosial) yang tumbuh di Jerman sejak 1930 sampai 1958. Setelah meninggal, ia digantikan oleh Theodor W. Adorno. Pemikiran Horkheimer dipengaruhi oleh Immanuel Kant, Hegel, Karl Marx, Nietzsche, Adorno, dan Cornelius. Selanjutnya, pemikiran Horkheimer memengaruhi juga pada Adorno, Marcuse, Jurgen Habermas, Walter Benjamin, dan Erich Fromm. Sebagai Direktur Franfurt School, Horkheimer menjadikan titik tolak teori kritis sebagai kritik terhadap saintisme atau positivisme dalam ilmu-ilmu sosial. Dalam bukunya yang berjudul: Dialektik der Aufklarung (Dialektika Pencerahan) yang ditulis bersama antara Adorno dan Horkheimer, mewujud sebagai kritik atas ilmu pengetahuan warisan modernisme. Buku ini, membicarakan tentang kritik terhadap moder...

Para Penghegemoni Teori Kritis

  Para Penghegemoni Teori Kritis v   Immanuel Kant Immanuel Kant hidup pada zaman scepticism dan banyak membaca karya-karya Voltaire dan Hume hingga ada 'pemberontakan' dalam dirinya. Yang akhirnya jadi mempertanyakan condition of possibility dari pengetahuan itu sendiri (apa makna dan isi pengetahuan, bagaimana dasar dari kebenaran pengetahuan). Bagi Kant, manusia tidak akan pernah memperoleh pengetahuan yang hakiki mengenai sesuatupun. Yang ada adalah penafsiran kita terhadap sesuatu. Kant tidak mau terjebak pada suatu konsep kebenaran yang belum dikritisi karena hal itu akan menjadi pengetahuan yang sifatnya dogmatis. Hal yang penting dari pengetahuan adalah bagaimana melakukan pengujian, dengan jalan apa dan atas dasar apa rasio mengartikan sebuah realitas. Rasio kita sendirilah yang menjadi alat untuk menyelidiki perkara-perkara metafisik. Pengujian fakta empiris harus bebas dari dogmatis atau prasangka. Pengujian dilakukan dengan melakukan dialektika atau mengambil t...