Teori Kritis Generasi Pertama

 

Teori Kritis Generasi Pertama

v  Max Horkheimer

Max Horkheimer (1895-1973) adalah filsuf Jerman keturunan Yahudi. Horkheimer adalah tokoh generasi pertama dalam Mazhab Frankfurt. Ia memimpin Institute Fur Sozialforschung (Institut Penelitian Sosial) yang tumbuh di Jerman sejak 1930 sampai 1958. Setelah meninggal, ia digantikan oleh Theodor W. Adorno. Pemikiran Horkheimer dipengaruhi oleh Immanuel Kant, Hegel, Karl Marx, Nietzsche, Adorno, dan Cornelius. Selanjutnya, pemikiran Horkheimer memengaruhi juga pada Adorno, Marcuse, Jurgen Habermas, Walter Benjamin, dan Erich Fromm. Sebagai Direktur Franfurt School, Horkheimer menjadikan titik tolak teori kritis sebagai kritik terhadap saintisme atau positivisme dalam ilmu-ilmu sosial. Dalam bukunya yang berjudul: Dialektik der Aufklarung (Dialektika Pencerahan) yang ditulis bersama antara Adorno dan Horkheimer, mewujud sebagai kritik atas ilmu pengetahuan warisan modernisme. Buku ini, membicarakan tentang kritik terhadap modernitas, yang dipandangnya sebagai sejarah dominasi atau penguasaan rasionalitas subjek. Paham tentang kehendak untuk berkuasa tersebut, sebenarnya dipelajari dari Nietzsce yang melihat kemauan untuk berkuasa sebagai hakikat manusia. Oleh sebab itu, teori kritis harus tajam menganalisis masalah sosial, bertolak dari kehendak manusia untuk berkuasa, bukan dari kesadaran yang mendominasi dengan rasio. Tujuan teori kritis adalah untuk mengubah orientasi masyarakat dari kemajuan zaman modern yang ditandai oleh kemegahan dan kemewahan pembangunan fisik, yang ternyata tidak semua umat manusia dapat menikmatinya. Dengan teori kritis, Horkheimer memberikan perhatian yang mendalam tentang sisi-sisi kemanusiaan yang konkret dalam sebuah telaah teoretis yang reflektif dan humanis.

Teori Kritis Max Horkheimer

            Horkheimer mengemukakan kritik terhadap modernitas. Modernitas yang irasional tampak dalam sistem ekonomi dewasa ini, yang tidak lagi menampakkan hasil karya manusiawi, karena tidak berada di bawah kontrol kehendak manusia yang sadar, tetapi secara otomatis digerakkan oleh modal yang tidak sadar; tercipta suatu kondisi modernitas yang irasional. Ketika diteliti secara seksama, objektivitas yang dipersepsikan oleh masyarakat modern, tidak lebih dari suatu prasangka yang dihasilkan oleh sistem masyarakat tertentu, yaitu masyarakat yang dikuasai oleh modal. Individu manusia yang terlibat dalam alam modernitas tidak menyadari kenyataanya, justru menyerahkan diri pada imperatif modal dan menguasai cara berfikir-bertindak, dan tampak berpasrah diri menjadi budak masyarakat yang digerakkan ketidaksadarannya. Horkheimer menegaskan, teori kritis harus menilai dengan sikap tidak netral, sehingga dapat mendorong perubahan atau transformasi sosial melalui kecurigaan-kecurigaan yang dibangun dari apa yang terjadi dalam masyarakat modern. Horkheimer menarik kesimpulan bahwa rasionalitas modern telah gagal menunjukkan manusia ke arah rasionalitas. Karena kemajuan ekonomi yang mengondisikan perkembangan ilmu pengetahuan telah gagal menghasilkan rasionalitas yang membebaskan manusia dari dilema rasionalitas.

v  Theodor Adorno

Theodor Adorno, bernama lengkap adalah Theodor Ludwig Wiesengrund Adorno, yang hidup pada tahun 1903 sampai 1969. Ia dikenal sebagai sosiolog dan filsuf Jerman yang secara khusus meminati musik untuk melaksanakan analisis sosial kritis. Theodor Adorno memimpin institut Penelitian Sosial (Frankfurt School) pada tahun 1958, menggantikan Max Horkheimer. Karya bersama antara Adorno dan Max Hokheimer adalah Dialektik der Aufklarung (1944). Dalam buku ini, Adorno menyatakan bahwa peradaban modern bergerak menuju self-destruction (penghancuran diri), karena apa yang rasional sebagai alasan telah ditransformasi menjadi irasional, yaitu modal yang mendominasi tidak hanya alam, namun juga manusia sebagai pelakunya. Modal merupakan rasionalisasi kemanusiaan dan identik dengan penyebab utama fasisme atau rezim totalitas lainnya. Untuk itu, pembebasan manusia harus didorong bukan dengan mengembangkan diskursus rasionalitas, melainkan dengan praksis voluntaristik (voluntarisme) untuk membuka perwujudan emansipasi manusia.

Teori Kritis Theodor Adorno

a.       Kritik Saintisme
Ilmu pengetahuan modern, khususnya Positivisme Logis, tidak luput dari kritik tajam Adorno Secara kuat, Adorno dipengaruhi oleh pemikiran mengenai musik. Adorno menolak positivisme dalam sosiologi Jerman.

b.      Kritik Reifikasi

Teori Reifikasi Adorno bermula dari teori 'Fetisisme Komoditas' Marx dan 'Teori Nilai', khususnya perbedaan antara nilai tukar dan nilai guna.

c.       Teori Fetisisme Komoditas

Fetish berarti sifat memuja, kemudian menjadi paham dengan nama fetisisme, yang khas dari musik terletak pada apa yang diberikan atau dikembalikan.

v  Herbert Marcuse

Herbert Marcuse merupakan filosof berketurunan Jerman-Yahudi dan masuk dalam lingkaran Mazhab Frankfurt.16 Lahir di Berlin dan mendapatkan pendidikan di Berlin dan Freiburg, kemudian pindah ke Amerika Serikat dan mengajar di Columbia, Harvard, Brandeis, dan UCSD (University California of San Diego). Max Horkheimer (1895-1973) dalam bukunya Dialectics of Enlightenment yang ditulisnya bersama Theodore W. Adorno (1903-1969) melihat modernitas. sebagai sejarah dominasi dan penguasaan. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Karl Marx yang menganalisis sejarah penguasaan dari hubungan produksi.

Menurut Marcuse, ada tiga ciri khas utama masyarakat modern. Pertama, masyarakat berada dibawah kekuasaan prinsip teknologi, yaitu suatu prinsip yang segala tekanannya dikerahkan untuk memperlancar, memperluas dan memperbesar produksi. Kemajuan manusia disamakan dengan terciptanya perluasan teknologi. Kekuasaan teknologi sudah mencakup seluruh bidang kehidupan; tidak hanya meliputi bidang ekonomi saja, tetapi meliputi juga bidang bidang lain seperti politik, pendidikan, dan budaya.

Kedua, masyarakat menjadi irasional secara keseluruhan. Sebab terjadi kesatuan antara produktivitas (penghasilan) dan destruktivitas (penghancuran). Kekuatan produksi bukan digunakan untuk perdamaian, melainkan untuk menciptakan potensi-potensi permusuhan dan kehancuran, misalnya untuk persenjataan. Semua pihak setuju bila anggaran senjata dan pertahanan perlu ditingkatkan, meski hal tersebut tidak masuk akal. Namun, demi kelangsungan pertahanan, anggaran militer harus terus bertambah. Itu sebabnya destruktivitas. adalah hukum batin produktivitas. Maka masyarakat industri modern menampakkan sifat "rasional dalam detail, tetapi irrasional dalam keseluruhan."

Ketiga, masyarakat berdimensi satu (one dimensional society). Inilah ciri yang paling fundamental. Segala segi kehidupannya diarahkan pada satu tujuan, yakni meningkatkan dan melangsungkan satu sistem yang telah berjalan. Manusia tidak memiliki lagi dimensi-dimensi lain; bahkan, dengan satu tujuan itu, dimensi dimensi lain justru disingkirkan.

Masyarakat teknologi

Dalam masyarakat teknologi modern, peran manusia menjadi tidak menonjol. Teknologi sudah merupakan ungkapan kepentingan pribadi, bahkan kepentingan golongan yang dipaksakan pada banyak orang. Potensi emansipasi yang ada dalam diri individu tenggelam dalam teknologi. Masyarakat menjadi teralieniasi; teknologi telah mengasingkan manusia dari kemanusiaannya. Akibatnya, manusia semakin tidak sadar bahwa mereka berada dalam keadaan teralienasi.

Realitas masyarakat teknologi

Proses produksi bukan sebagai kebutuhan manusia, melainkan agar produksi bisa laku. Perkembangan teknologi lepas dari kontrol manusia, dan menuruti hukumnya sendiri. Kebahagiaan yang ditawarkan industri sebagai kebahagiaan semu, karena tidak membawa manusia pada pemilikan diri yang tenang, melainkan tergantung dari semakin banyaknya benda. Manusia bekerja bukan untuk menjamin kebutuhan nyata dan penyembangan diri, melainkan keterpaksaan diri untuk memiliki benda konsumsi, sehingga memaksa mencari uang sebanyak banyaknya. Teknologi tidak memanusiakan manusia, melainkan memperbudak manusia. Teknologi tidak meningkatkan komunikasi manusia, melainkan mengisolasi individu manusia.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Tips Mencegah Penyebaran Virus Corona

Teori Kritis Mazhab Frankfurt

Penerapan dan Implikasi Teori kritis Dalam Bidang Pendidikan