Kritik Terhadap Teori Sosio Modern, Filsafat Pencerahan, dan Postmodernisme
Para modernis
dengan optimis meyakini bahwa kekuatan ilmu pengetahuan, rasionalitas, dan
industri dapat mengubah dunia kita menjadi lebih baik. Sangat optimis terhadap
teknologi, sebagai kepanjangan dari
modernitas, melontarkan ikrar tidak hanya akan membuat kehidupan kita menjadi
lebih baik, tetapi juga lebih pintar, kinerja lebih meningkat dan hidup akan
bahagia. Sampai – sampai ia berjanji akan menghubungkan kita dengan dunia luar
namun tetap menjaga kita agar tetap dekat dengan para sahabat dan keluarga yang
kita cintai. Dan masih banyak lagi yang ditawarkan oleh modernitas. Begitu
mempesona janji itu sampai Chris Barker berkomentar bahwa modernisme
mencitrakan diri sebagai sesuatu yang menggairahkan.
Modernisme dengan
demikian membangun suatu narasi tentang kemajuan dan pencerahan. Ia mempunyai
proyek emansipasi di mana pencerahan akal budi dipandang akan mampu mengungkap
kebenaran-kebenaran yang pasti dan universal. Apakah optimisme modernitas ini
dapat atau sudah terwujud dewasa ini? Atau mungkin hanya sebuah utopia?
Persoalan-persoalan ini akan diungkap oleh isme baru yang di sebut
“postmodernisme.”
Apa itu Postmodernisme ?
Jean-Francois Lyotard adalah orang
yang memperkenalkan postmodernisme dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan
di tahun 1970-an dalam bukunya yang berjudul “The Postmodern Condition: A Report
on Knowledge”. Dia mengartikan postmodernisme sebagai segala kritik atas
pengetahuan universal, atas tradisi metafisik, fondasionalisme maupun atas
modernisme. Menurut beberapa para ahli yang lainnya, seperti Louis Leahy,
postmodernisme adalah suatu pergerakan ide yang menggantikan ideide zaman
modern. Menurut Emanuel, postmodernisme adalah keseluruhan usaha yang bermaksud
merevisi kembali paradigma modern. Sedangkan menurut Ghazali dan Effendi,
postmodernisme mengoreksi modernisme yang tidak terkendali yang telah muncul
sebelumnya.
Maka dapat disimpulkan bahwa
postmodernisme merupakan suatu ide baru yang menolak atau pun yang termasuk
dari pengembangan suatu ide yang telah ada tentang teori pemikiran masa
sebelumnya yaitu paham modernisme yang mencoba untuk memberikan
kritikan-kritikan terhadap modernisme yang dianggap telah gagal dan bertanggung
jawab terhadap kehancuran martabat manusia; ia merupakan pergeseran ilmu
pengetahuan dari ide-ide modern menuju pada suatu ide yang baru yang dibawa
oleh postmodernisme itu sendiri.
Ciri-Ciri Postmodernisme
Ciri khas yang terjadi dalam postmodernisme, antara lain adalah sebagai
berikut;
Ø Menitiberatkan dalam padangan sosial dan hubungan dalam masyarakat,
bukan dalam pandangan ekonomi
Ø Kelanjutan terhadap adanya istilah modernisme
Ø Postmodernisme diaggap sebagai padangan dunia tanpa tatanan yang
heterogen, akhirnya ciri ini mengabtraksika bahwa postmodernisme menolak
padangan terhadap pembagian masyarakat borjuis, dan prolenter.
Kritik terhadap Postmodernisme
Habermas dalam bukunya, “The
Philosophical of Modernity” mengkritik postmodernisme menyatakan bahwa
asal-usul konsep postmodernity itu sendiri harus diteliti. Habermas menyatakan
ada kelemahan mendasar pemikiran kaum postmodernis tentang modernitas yang
dianggap ahistoris. Para pemikir postmodernisme seakan-akan menghilangkan
dimensi dan cakrawala historis yang memunculkan postmodern itu.Postmodernisme
telah menarik para intelektual untuk memberikan kritiknya. Jika diklasifikasikan,
maka terdapat 4 kritik terhadap postmodern yaitu :
Ø Kritik yang diberikan berdasarkan sudut pandang orang yang menolak
konsep modernism.
Ø Kritik yang diberikan oleh mereka yang menjunjung tinggi modernism
yang juga percaya postmodernisme kurang memiliki karakteristik penting dari
proyek modern.
Ø Kritik dalam masyarakat postmodern yang mencari perbaikan atau
perubahan berdasarkan pemahaman mereka tentang postmodernisme.
Ø Kritik yang diberikan oleh mereka yang percaya bahwa postmodernisme
hanyalah sebuah proses yang lewat dan bukan merupakan pertumbuhan dalam
organisasi sosial.
Comments
Post a Comment